Lewat APBN 2019, Presiden Jokowi Siap Kucurkan Dana Kelurahan

47

Jambicenter.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan jajaran terkait di Kabinet Kerja membahas soal penganggaran dana desa dan dana kelurahan. Rapat terbatas membahas hal tersebut digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Dalam arahannya, Jokowi meminta Menteri Keuangan untuk segera menyiapkan mekanisme pencairan dana kelurahan yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam hal itu Jokowi juga meminta jajarannya agar menyiapkan kerangka pengawasan dan evaluasi bagi penggunaan dana kelurahan itu agar tidak disalahgunakan.

“Saya minta Menteri Keuangan segera menyiapkan mekanisme pencairan dana kelurahan ini sehingga bisa segera dimanfaatkan. Saya juga minta Menteri Dalam Negeri menyiapkan kerangka untuk pengawasan dan evaluasi agar pemanfaatan dana kelurahan ini betul-betul menyentuh kepentingan warga di kelurahan dan warga perkotaan,” tegas Jokowi, Jumat (2/11/18).

Jokowi menegaskan, dana kelurahan merupakan kebijakan yang tidak muncul secara tiba-tiba. Kebijakan tersebut diambil atas usulan para Wali Kota seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sejak tiga tahun lalu. Permasalahan yang dihadapi kelurahan dinilai sama kompleksnya dengan desa sehingga memerlukan alokasi anggaran serupa dana desa yang telah ada sebelumnya.

“Merespons aspirasi para Wali Kota tadi dalam APBN 2019 pemerintah dengan persetujuan DPR telah menganggarkan dana kelurahan sebesar Rp 3 triliun,” tuturnya.

Sementara terkait dengan dana desa, Jokowi mengatakan bahwa dalam empat tahun belakangan, pemerintah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp187 triliun untuk pembangunan di desa-desa yang meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019 mendatang, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 70 triliun untuk dana desa.

“Saya ingin agar pemanfaatannya untuk dana desa ini betul-betul didampingi, dikawal, dan fokus mengurangi kemiskinan dan ketimpangan yang ada di pedesaan, mengembangkan ekonomi produktif, menggerakkan industri-industri kecil yang ada di pedesaan,” pungkas Jokowi.

(Ch7)

Facebook Comments
BAGIKAN