Yaumi Fitri Pimpin Debat Publik Muaro Jambi, ini Profilnya…

668

JC, MUARO JAMBI – Debat Publik Calon Kepala Daerah Kabupaten Muaro Jambi, akan dihelat Senin malam (16/1), pukul 19.30 Wib, bertempat di Gedung Serbaguna Muaro Jambi, dengan tema “Pengembangan Potensi Muaro Jambi, Untuk Kesejahteraan Masyarakat.

KPU Muaro Jambi mendaulat Moderator Yaumi Fitri, untuk memandu acara, Perempuan kelahiran Sukabumi 1 Juli 1984, berikut sekilas profilnya.

Yaumi Fitri saat membawakan acara di TV Swasta Nasional

Perjalanan profesi Yaumi di tvOne berawal pada 2008. Saat itu ia baru lulus kuliah alias freshgraduated dari Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari ABA, Bandung pada 2007.

Dunia broadcast sebenarnya bukan baru di tvOne saja dimasuki. Sebelum di tvOne, saat masih kuliah, ia sudah menjadi seorang broadcaster di radio. Di Buzz Radio yang saat ini sudah bangkrut, ia menyambi sebagai seorang penyiar radio.

Penyandang gelar Sarjana bahasa Jepang ini kemudian mencoba melamar ke semua perusahaan, mulai dari bank, perusahaan Jepang, sampai ke televisi.

Dari beberapa lamaran tersebut, ia justru dipanggil oleh HRD tvOne yang saat itu masih sedang transisi berganti nama dari Lativi. Dasar rezeki, ia langsung diterima kerja di tvOne tepat pada Februari 2008.

“Awalnya saya jadi Reporter dulu,” ujar Yaumi menikmati sekali sebagai seorang jurnalis televisi. “Biasanya saya ngepost di Istana untuk ngeliput kegiatan Presiden.

” Lima tahun bekerja di tvOne, ia mulai berhijab.

Sebelumnya, selama 6 bulan ia sudah mulai belajar menutup rambut dengan kerudung.

Namun, kerudung yang dikenakan belum sepenuhnya menutup rambut alias “hijab malu-malu”. Betapa tidak, Yaumi masih memperlihatkan poni rambut dan juga lehernya. “Belajar” memakai hijab gara-gara tvOne memiliki program khusus saat haji, yakni Kabar Haji pada 2011.

Entah memang sudah tanda-tanda yang diberikan Allah swt, sejak ada program khusus tersebut, Yaumi selalu ditunjuk oleh atasan sebagai presenter Kabar Haji.

“Sebetulnya keinginan untuk berhijab memang dari pengalaman membacakan berita dan melihat jalannya ibadah haji dari tahun ke tahun”, aku Yaumi.

Di acara ini, ia melihat jutaan ummat Islam melakukan wukuf, lalu melihat ka’bah. Apa yang ia lihat membuatnya sedih, kadang malah suka menangis.

“Nggak tahu sebabnya. Tapi salah satunya, karena takut mati. Saya nggak tahu apakah itu termasuk bagian dari hidayah dari Allah swt”. Hingga akhirnya pada awal 2013, Yaumi pun memutuskan berhijab secara syar’i atau sesuai syariat Islam.

Tentu banyak pertanyaan yang muncul dari teman-teman, terutama pimpinan mengenai diri Yaumi mengenai penampilannya yang sudah berhijab. Bahkan, penampilannya itu sampai dibahas dalam rapat pimpinan, khususnya di redaksi.

Oleh karena itu, ia akhirnya bertanya langsung kepada atasan, yakni Pemred. “Alhamdulillah atasan saya mengizinkan,” kata perempuan yang Juli ini genap berusia 33 tahun.

Tentu saja perasaannya lega. Sebab, kewajibannya sebagai perempuan muslim untuk menutup aurat ternyata didukung oleh pekerjaan.

“(Jurnalis) berhijab nggak akan mengurangi kecantikan. Justru aura kecantikan muncul ketika perempuan menutup auratnya,” tegas Yaumi.  (nai/berbagai sumber)

Gedung Debat Publik Calon Kepala Daerah Muaro Jambi yang akan dihelat Senin malam
Facebook Comments
BAGIKAN