Penerapan Perda No 5/2015 Mendukung keberhasilan UPSUS SIWAB

74

GO-JAMBI, Metro: Pelaksanaan keberhasilan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) di Provinsi Jambi pada 2017, sangat erat kaitannya dengan penerapan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jambi Nomor 05 Tahun 2015 Tentang Pengendalian Ternak Sapi dan Kerbau Betina Produktif.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemerintah Provinsi Jambi Ir Akhdiyat, diwakili Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir Azrin diruang kerjanya, Selasa (13/12/2016) di Jalan Lingkar Barat Km 12, Kota Jambi.

“Sangat mendukung dan seiring sekali, antara proses penegakan hukum dengan pelaksanaan keberhasilan UPSUS SIWAB, yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2017 di Provinsi Jambi,” demikian sebutnya.

Azrin menjelaskan terkait pelaksanaan keberhasilan UPSUS SIWAB 2017, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor:48/Permentan/PK.210/10/2016  Tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting, maka pemerintah berharap dapat berjalan dengan baik, dalam rangka peningkatan populasi ternak ruminansia besar, serta memenuhi kebutuhan produk hewan di dalam negeri, termasuk di Provinsi Jambi.

“Penegakan hukum dalam perda, dengan UPSUS SIWAB tersebut, pada intinya saling berhubungan satu sama lain, di dalam hal pengendalian pemotongan betina produktif, dan petugas dilapangan, seperti ketersediaan tenaga teknis IB (Inseminasi Buatan), antara lain petugas PKB (Pemeriksa Kebuntingan), petugas inseminator, dokter hewan dan paramedis khusus tenaga kesehatan hewan,” paparnya.

Ditambahkan Azrin, masih minimnya ketersediaan petugas teknis seperti dokter hewan dan paramedis khusus tenaga kesehatan hewan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi berdampak dengan keberhasilan pelaksanaan UPSUS SIWAB, tetapi dampaknya sangat kecil.

“Kita optimis, ketersediaan obat-obatan masih cukup, dan juga soal jumlah pakan ternak, kita banyak. Karena pelaksanaan UPSUS SIWAB lebih pada persoalan saluran reproduksi sapi betina produktif. Apabila sapi normal dan sehat, maka dapat berjalan dengan baik, dan apabila sapi sakit segera diobati, walaupun dengan kurangnya personil para tenaga medis yang ada saat ini, tingkat keberhasilan pelaksanaan UPSUS SIWAB di Provinsi Jambi, bisa dilaksanakan dengan baik,” tuturnya. Afrizal

Facebook Comments
BAGIKAN